Minggu, 01 Juni 2008

Natalia and Her Love Story : part 1

“Eh loe tau ga ? masa si ‘Gemblong’ mau pensiun loh !!” kata Nina. “HAH ??! PENSIUN ??! YANG BENER LOH ???” kata anak-anak sekelas. “Loe ga salah bilang atau gue yang salah denger nih ?” kata Natalia or Nat sambil sok ngorek-ngorek telinganya. “Hah ? ‘Gemblong’ mau pensiun ? asik juga tuh…” kata Firaz sambil loncat-loncat. “Yess.. gue ga perlu capek-capek naro penghapus di atas tivi lagi dong !” kata Nicky, cewek tertinggi di kelas 8-4. “Yess… MERDEKA !!!!” kata anak-anak sekelas. “Eh,eh trus nanti kita bersulang untuk pensiunnya Gemblong,” kata Barry. “CIHUY…” anak-anak berteriak. “Nin, penggantinya Gemblong siapa?” tanya Cyntia. “Mm… gue belom tau dech..” kata Nina. “Good morning…” kata Bu Riri alias Gemblong tadi yang barusan masuk kelas. “Good morning ma’am…” jawab anak-anak dan langsung berpaling berbarengan ke arah Nina. Nina hanya mengangkat bahu dan berkata, ”Kenapa ??”. Terdengar suara Sally, “Let’s pray together,” lalu semua siap menundukkan kepala. “Start…” dan anak-anak mulai berdoa.
@@@
“Hiks… sedih ya perpisahan tadi…” kata Nicky pura-pura nangis. “Air mata buaya !!” kata Adri sambil mencibir. “Halah… elo pake pura-pura sedih. Mending kita hepi-hepi aja,” kata Nat. ”Betul tuh,” kata Putra nyambung sendiri. “Woii.. nyambung aja loe kayak telpon,” kata Sally seraya ngunyah kerupuk. “Yee… suka-suka gue dunk… Apa hak loe ? ni kan mulut gue !” kata Putra membela diri. “Alah alesan aja loe !” kata Nat yang selalu kesel ngeliat Sally sama Putra berantem terus tiap hari. Kata temen-temen, ‘orang lagi pacaran, biasa suka berantem’. “Hai, bu…” sapa Cynthia kepada Nat. “Mana bakso gue ?” Tanya Nat. “Hehehe… lupa...” kata Cynthia nyengir. “Dasar anak ga berguna…” kata Nat kesel. Lalu ia bergegas ke kantin agar ga kehabisan bakso. Tiba-tiba jalannya diblokir sama Denish. “Hai, Nat,” kata Denish. “Hai juga ! gue mau lewat nih. Minggir dunk…” kata Nat memohon pada Denish. “Oh… ga bisa. Sebelum loe nerima gue,” kata Denish. “ eh gue itu ga suka ama loe, TAU !!!” kata Nat. karena jengkel, Nat mendorong Denish sampai jatuh. “hu-uh, Nat, mau kemana?” kata Denish kesakitan. Nat terus berlari. Dan pada akhirnya… “nah, ketangkep loe…” kata Denish yang tiba-tiba dating. “Huuaa… tolongin gue dong siapa aja..” teriak Nat. Tiba-tiba ada yang megangin tangan Denish. “Eh, loe tuh udah tau Nat ga mau ama loe, masih aja dikejar,” Nat tau suara itu. Itu Barry !! “awas loe masih ngejar-ngejar Nat,” kata Barry. “i..iya..iya.. sekarang lepasin gue dong..” kata Denish. Nat terkagum-kagum melihat Barry…
@@@
“woii !!! ngelamun aja mbak, mikirin apa“ kata Maia mengagetkan Nat. “Hah? O-oh.. ga pa-pa..” jawab Nat. “Hayo… mikirin siapa ?” kata Cynthia meledek. “Iiih… loe bisa aja dech !” kata Nat memukul punggung Sally. “Duuh… koq gu siy yang jadi sasaran ?” kata sally marah. “Upppzz… salah sasaran niy…” kata Nat. lalu ia lari ke kantin. Tapi… “Ouch…” “Aoww… panas !!” ternyata Nat ketabrak sama Barry. Mie kuah Barry tumpah ke tangan Nat. “Duuh… Nat, loe ga pa-pa?” Tanya Barry. “Sssh… gue ga pa-pa,” kata Nat. “tapi tangan loe melepuh,Nat. Gue bawa ke UKS ya,” kata Barry membawa Nat ke UKS.
@@@
Pagi ini cerah sekali. Anak-anak SMP 107 berkumpul di lapangan. Mereka akan upacara bendera. “Von, si Nat kemana? Ga upacara ya?” Tanya naya pada Vonny. “Kan hari ini dia tugas PMR,” kata Vonny menunjuk kea rah belakang. Baru 15 menit upacara berlangsung, tiba-tiba Adri dan Barry dating pada Nat. “Nat, Barry pusing nih,” kata Adri. “oh, ya udah gue anter ke UKS,” kata Nat membopong Barry. “ Bar, loe tadi pagi beom sarapan ya ?” Tanya Nat. ”udah. Tadi gue kepanasan, jadinya pusing,” kata Barry. “ya udah, gue tungguin sampe upacara selesai deh,” kata Nat.
5 menit kemudian…
“Loe ga capek apa nungguin orang sakit ?” Tanya Barry. “ya enggaklah… itu kan prinsip gue buat jadi dokter,” kata Nat. “kenapa loe ga sama petugas PMR yang lain aja?” Tanya Nat. “karena gue cuman mau sama loe seorang,” kata Barry sambil memegang tangan Nat. wajah Nat merah merona. Wajah Barry mendekat ke Nat dan…

BERSAMBUNG…